Selasa, 08 November 2011

Bebekku Anakku

Besok adalah hari peringatan Idul Adha 1432 H, dimana akan banyak sekali pertumpahan darah di sana-sini. Dan Saya masih saja tidur nyenyak di kostan. Tiba-tiba hp berbunyi, ternyata Mas Ardi tlp. Kira-kira begini percakapannya:

Mas Ardi : “Hallo Cu, kamu jadi pulang kampung ga?”
Saya : “Enggak Mas”
Mas Ardi : “Lho kenapa? Kamu pulang ya..”
Saya : “Iya mas, saya pulang”

Simple. Nurut.

Saya baru sadar, ternyata saya sudah di bis Budiman tak ber-AC jurusan Bandung-Pangandaran. Penuh sesak, beruntung saya mendapatkan tempat duduk, tepat di paling belakang. Saya diapit oleh pemuda dan ibu yang mengais anak ceweknya (kira-kira berumur 1 th).

Saya senang sekali anak kecil, senyumnya yang polos bisa bikin hati plong. Si cewek (anak) itu melihat saya terus, saya balas pandangannya dengan senyuman, si cewek pun tersenyum dan makin lekat memandangi saya, saya juga pandangin trus, si cewek pingsan. Haha

10 menit kemudian si cewek terbangun.

Mungkin karena gemes (atau balas dendam) cewek tadi mulai colek-colek genit ke tangan saya. Namanya juga anak kecil, saya biarkan aja toh cuman nyolek. Eh si cewek makin gemes, sekarang dia mulai cubit-cubit, saya biarin lagi toh cuman nyubit, Lalu si cewek makin gemes lagi, dia nyakar saya dan nendang saya, saya pingsan. Impas.

Derita saya berakhir ketika si cewek sudah tidur bersama semua orang, ya semua orang di bis tidur kecuali sopir, kasihan pak sopir. Bis sampai di terminal. Ternyata sudah ada yang jemput, asyik.

Pagi hari saya bangun, ternyata ada Teh Ai yang sudah di rumah, dia pulang juga toh dari Jakarta. Jadi lengkaplah sudah semua anggota keluarga. Shalat id di masjid Jami terdekat.

Berbeda dengan idul fitri, kali ini tidak begitu ramai, dan tidak ada istilah saling mengunjungi rumah, tapi yang ada adalah pertumpahan darah. Ya, berqurban. Di kampung saya qurban 1 ekor kambing. Keluarga saya yang cewek tidak makan kambing (daging kambing maksudnya), jadilah saya, Om, dan Bapak saja yang makan dagingnya. Mantap!


Inget ketika lagi ngumpul bersama, sedangkan Ibu sedang mengurusi bebeknya yang sakit.

Ibu : “ Ini ada air kelapa muda, manis lho, ayo siapa yang mau?”
Keluarga : “Wah, mau, mau”
Ibu : “Tapi bebek dulu ya, soalnya dia lagi sakit”

Ya begitulah, Ibu lebih mementingkan bebek daripada anak-anaknya. Sampai-sampai ketika masak, Ibu membawa bebek yang sakit itu, mungkin di dalam pikirannya “Sabar ya bek, sebentar lagi masakan matang, giliran kamu yang dimasak” Wuahahaha.

Karena besok kuliah, saya pun pamit pulang, meski hari hujan tidak menjadi halangan. Sebenarnya alesan pulang bukan karena kuliah tapi karena :

Dia : “Aa, pulang kapan?”
Saya : “Kayaknya besok deh, hujan deras soalnya”
Dia : “Aa, bener mau pulang besok?”
Saya : “Eh hujannya reda, A pulang sekarang” padahal masih hujan deras.

Simple. Nurut.

Akhirnya saya tiba di kostan. Siap bertempur ke medan perang lagi aka kuliah.

Baca Catatan Lainnya Yuk ...

Bebekku Anakku
4/ 5
Oleh

16 komentar

8 November 2011 14.59 delete

cerita yg sangat menarik,, selamat hari raya sob,, dan salam kenal. ^_^

Reply
avatar
8 November 2011 15.56 delete

Cerita yg sangat keren, dengan bumbu yg agak mirip2 dgn bumbu punya saya, sangat keren dan saya suka.

Bebeknya namanya siapa?

Reply
avatar
8 November 2011 16.14 delete

@21inchs Bebek saya jarang diberi nama, paling diberi nomor, kayak peserta lari, no punggung 54. He

Reply
avatar
8 November 2011 17.53 delete

seru banget nih ceritany ...
kata cucu: bebekku anakku ..
kata wali: nenekku pahlawanku ...
hhehe :D

Reply
avatar
8 November 2011 18.30 delete

duh kasian bebeknya. pasti kerja keras ya kayak bebek saya yg di rumah, kerjaya bawa penumpang. *inimahtukangojek

Reply
avatar
8 November 2011 20.41 delete

wah wah wah ibu mu bener mas lebih perhatian sama bebekmu yang lagi sakit .. hehe
tapi kan endingnya juga d masak buat dirimu ..



Ane ko gg bisa follow iia ????

Reply
avatar
9 November 2011 09.05 delete

kuliah di bandung nih mas.

mampir ya :-)

Reply
avatar
17 November 2011 19.41 delete

hahahaha =)) kalah ama pesona bebek ya cucu

Reply
avatar
22 Maret 2017 14.53 delete

Makasih sob, sukses selalu yahh hehe :))

Reply
avatar
22 Maret 2017 14.56 delete

Iya sob, ujung-ujungnya tuh bebek saya santap juga. Hahahaha

Reply
avatar
22 Maret 2017 14.56 delete

Yup yup, sobat dimana nya?

Reply
avatar
22 Maret 2017 14.57 delete

Bebekku mengalihkan dunia ibuku :(

Reply
avatar